Memindah Benih

benihTanpa terasa sudah enam tahun saya belajar di sekolah dasar di kampung saya Dama Gadang. Banyak cerita dan kisah yang tidak akan terlupakan selama belajar di sekolah ini. Baik cerita belajar maupun cerita lain yang mengiringi setiap hari-hari saya ke sekolah sambil membawa jualan jagung rebus bercampur parutan kelapa yang dibungkus plastik dan terlilit di leher, atau membawa kentongan es jika hari cukup panas. Dan pada hari ini kisah itu akan mulai berubah karena detik-detik kelulusan anak kelas enam sudah hampir tiba. Berbagai pikiran dan rencana muncul di antara kami yang akan segera tamat, ada yang ingin sekolah ke SMP, Sanawiyah (MTsN) ada juga yang akan pergi ke kota ikut dengan saudara untuk bekerja dan bahkan ada yang memutuskan untuk tetap di kampung membantu orang tua. Tentu apa yang dipikirkan tidak lepas dari kondisi keluarga kami yang hidup di sebuah desa terpencil di sebuah kampung. Continue reading

Posted in My Stories | Comments Off on Memindah Benih

Keluar dari Zona Degradasi

degraBagaimana ragunya Dama masuk sekolah, begitu juga dengan ragunya dia tamat dari sekolah sanawiyah ini. Dama ragu dapat masuk sekolah ini karena perbedaan latar belakang sekolah yang dia alami. Dama merasa kemampuan juaranya di level Championship belum cukup untuk mengimbangi kawan-kawan yang sudah biasa bermain di level Premier League. Walaupun  selalu juara di Sekolah Dasar (SD) namun dia tidak dapat berbuat banyak di sanawiyah ini. Hasil belajar selalu berada di zona nyaman atau tengah-tengah, tidak baik dan juga tidak jelek. Untung amak Dama tidak terlalu mempermasalahkan tentang nilai. Bagi amak, kalau semua nilai sudah ditulis pakai tinta hitam atau hijau berarti semua aman atau on the track. Continue reading

Posted in My Stories | Comments Off on Keluar dari Zona Degradasi